KEBERADAAN NAGA

Punggungnya terdiri dari barisan perisai yang rapat. Saking rapatnya, udara bahkan tak bisa melewatinya. Dengusannya mengeluarkan kilatan cahaya. Ia bagai sinar fajar. Lubang hidungnya mengeluarkan asap, seperti panci mendidih di atas alang-alang yang terbakar. Mulutnya menyemburkan api. Batu bara pun bisa menyala akibat dengusan napasnya.

Makhluk yang dijelaskan dalam Book of Job (Kitab Ayub) itu mirip sekali dengan seekor Naga. Namun di sana disebut dengan Leviathan, semacam monster raksasa yang mengerikan. Naga, telah ada selama ribuan tahun. Dongeng tentangnya dikenal di banyak wilah. Ia muncul dalam mitologi di Amerika, Eropa, India, dan Tiongkok.

Karenanya, ide dan deskripsi Naga sangat bervariasi. Beberapa Naga digambarkan memiliki sayap, tapi yang lain tidak. Ada Naga yang dikisahkan bisa berbicara dan menyemburkan api, yang lain tidak bisa. Di antaranya hanya beberapa kaki panjangnya, tapi yang lainnya bisa berkururan menjangkau mil. Beberapa Naga hidup di istana atau di bawah lautan, sementara yang lain hanya dapat ditemukan di gua dan di dalam pegunungan. Makhluk itu juga bisa diidentikkan sebagai makhluk pembawa kebaikan, maupun kejahatan.

Tak jelas kapan kisah Naga pertama kali muncul. Ada yang berpendapat dari awal masa Yuanani dan Sumeria kuno. Kata Dragon dalam bahasa Inggris asalnya dari bahasa Yunani Kuno, draconta artinya “untuk mengawasi”. Maksudnya, binatang buas itu biasanya menjaga harta karun, gunungan koin, atau emas. Ini seperti yang digambarkan dalam trilogi film fantasi The Hobbit. Smaug, Naga terakhir di Middle earth dikisahkan mengambil alih Lonely Mountain (Gunung Sunyi) yang berisikan harta karun Erebor

Naga diwujudkan sebagai makhluk yang menyeramkan, terutama waktu Kristen menyebar ke seluruh dunia. Pada abad pertengahan, kebanyakan orang mendengar kisah Naga dari Alkitab. Gereja Kristen menciptakan legenda tentang orang kudus yang saleh berperang dan menaklukkan setan berbentuk Naga. Yang paling terkenal adalah kisah St. George the Dragon Slayer. Alkisah, St. George datang ke kota yang terancam oleh Naga. Dia lalu menyelamatkan seorang gadis, melindungi dirinya dengan tanda salib, dan membunuh binatang itu. Penduduk kota, yang terkesan dengan iman dan keberanian St. George segera menjadi Kristen.

Kemungkinna besar orang Kristen pada saat itu percaya pada keberadaan Naga secara literal. Tradisi Hindu maupun Buddha juga mengenal Naga sebagai hewan mistis. Menurut John Miksic dalam Borobudur: Golden Tales of the Buddhas, tradisi Hindu acap mengisahkan Naga lewat literatur dan kesenian. Seringkali kehadirannya dihubungkan dengan keberkahan.

Kata Naga yang dipakai di Indonesia asalnya dari bahasa Sanskerta. Arti harfiahnya ular. Khususnya di Jawa, Naga lebih merujuk pada dewa ular. Dalam budaya Jawa Kuno, Naga sering dihubungkan dengan air dan kesuburan. Di Jawa ada banyak kisah tentang Naga. Yang muncul dalam pahatan di candi biasanya dihubungkan dengan air amrta atau air kehidupan dalam kisah Samudramanthana.

Di Tiongkok Naga disebut dengan Lóng. Sebagaimana disebut laman Livescience, ia adalah makhluk yang hidup di lautan, danau, sungai, dan bahkan hujan. Mereka dipuja sebagai simbol yang memberi kehidupan dari keberuntungan dan kesuburan, yang mampu melepaskan hujan di musim kemarau. Merek digambarkan sebagai hewan yang punya tubuh ular, sisik ikan, cakar elang, tanduk rusa dan wajah Qilin ( Mahkhluk suci legenda Tiongkok )

FAKTA LEGENDA NAGA

Namun, kepercayaan pada Naga tak hanya berdasarkan legenda. Agen judi online terpercaya pun menyatakan percaya akan keberadaan mahluk tersebut. Contohnya, selama ribuan tahun tak ada yang bisa menjelaskan tentang tulang-tulang raksasa yang ditemukan di seluruh dunia.

Beberapa abad lalu desas-desus tentang Naga terkonfirmasi keberadaannya oleh saksi mata. Para pelaut yang kembali dari Indonesia melaporkan telah bertemu dengan mereka. Makhluk yang katanya sejenis kadal itu dapat menjadi agresif dan mematikan. Panjangnya sampai 10 kaki. Namun ternyata itu adalah komodo. Komodo mirip dengan Naga, sebelumnya diyakini, gigitan Komodo sangat mematikan karena bakteri beracun di mulutnya

Di Nusantara sendiri ada namanya “Pulau Liur Naga Di Sumatera” diyakini bahwa Pada setiap musim semi beberapa ekor Naga suka datang ke sana, bermain-main. hingga air liurnya banyak tertinggal di pulau. Namun rupanya berdasarkan penelusuran oleh W,P. Groenveldt dalam “Nusantara Dalam Catatan Tionghoa”, Liur Naga itu adalah Ambergis. Naga yang di maksud tak lain merupakan Paus.
KESIMPULAN

Setelah kita memahami fakta sejarah tentang Naga oleh berberapa aliran serta ciri identik Naga bukan berarti kita langsung percaya atau tidak percaya. Naga kerap menjadi perbincangan semua kalangan manusia, banyak sekali simbol-simbol di dunia ini identik dengan Naga, seperti klub Sepak Bola, Makanan, Minuman sampai perabotan rumah tangga.

Ada juga yang menyakini bahwa Naga merupakan simbol kekuatan dan kedamaian. Namun Naga pada akhirnya mewujud dari gagasan yang mencontoh makhluk nyata. Itu dimulai dari ular atau reptile menakutkan lainnya. Seiring waktu berjalan mereka pun memperoleh bentuknya sendiri dengan menyerap harapan dan imajinasi masyarakat setempat dengan meminjam sifat-sifat hewan yang nyata

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Post