KISAH PERSAHABATAN RATU VICTORIA DAN ABDUL

Hanya beberapa jam setelah mangkatnya Ratu Victoria dari Inggris, putranya Edward VII segera memecat dan memulangkan seorang pria berbadan tegap dan berkulit gelap asal India. Pria ini rupanya bukan pria biasa. Ia tak lain adalah orang dekat dan kepercayaan Sang Ratu selama 13 tahun terakhir hidupnya. Ratu Victoria bahkan menggelarinya dengan sebutan “Munsyi” yang dalam Bahasa Urdu berarti Guru.

Dalam beberapa catatan sejarah yang ditemukan oleh Lexus365 tahun 2011 tidak pernah ditemui fakta bahwa Ratu Victoria memiliki orang kepercayaan dari India. Fakta ini rupanya dikubur dalam-dalam oleh keluarga dan orang dalam kerajaan Inggris setelah kematian sang ratu. Kisah ini kemudian ditemukan oleh seorang penulis bernama Shrabani Basu. Shrabani Basu berhasil melacak buku harian, jurnal, serta foto-foto orang kepercayaan ratu tersebut yang telah berusia lebih dari 100 tahun yang rupanya masih disimpan oleh anggota keluarganya. Dan inilah kisahnya

Ratu Victoria merupakan penguasa Inggris pada era tahun 1837-1901. Di bawah kekuasaannya, Inggris saat itu berhasil menguasai seperlima wilayah di muka bumi, salah satunya adalah India. Setelah kematian suaminya, Pangeran Albert pada 1861, sang Ratu kemudian mengangkat seorang sekretaris pribadi dan orang kepercayaan yang berasal dari Skotlandia bernama John Brown. Hubungan John Brown dan Ratu Victoria yang sangat dekat rupanya membuat gerah pihak kerajaan. John Brown meninggal dunia pada tahun 1883.

Tiga tahun kemudian tahun 1886, Ratu memerintahkan kepada Kepala Pusat Tahanan, Sir John Tyler untuk mengirimkan dua orang India yang akan dipekerjakan selama setahun dan menjadi pelayan dalam perayaan naik tahta Golden Jubilee tahun 1887. Salah satu orang yang terpilih itu adalah Abdul Karim.

Hafiz Mohammed Abdul Karim dilahirkan di Lalatpur, India pada tahun 1863. Ia merupakan putra dari seorang dokter pribumi di Agra. Bersama dengan seorang pria lainnya yang bernama Mohammed Buksh, ia dipilih untuk melayani Ratu. Sebelum dipekerjakan, Abdul Karim mendapatkan pelatihan tata krama dan juga bahasa Inggris.

Hanya butuh satu tahun bagi Abdul untuk dapat menguasai bahasa Inggris dengan cukup fasih, dan hanya dalam waktu satu tahun itu pula ia dapat menjadi orang kepercayaan Ratu Victoria dan tokoh penting di kerajaan. Dalam beberapa keputusan dan kebijakan yang diambil Ratu terkait India terkadang dipengaruhi oleh dirinya.

Ia diangkat menjadi sekretaris pribadi sang ratu. Ratu Victoria bahkan belajar bahasa Urdu kepada Abdul selama 13 tahun, hingga Ratu menjulukinya Munsyi yang dalam bahasa Urdu berarti juru tulis atau guru. Ratu Victoria juga tertarik dengan kisah-kisah tentang India, meminta buah mangga yang sering diceritakan Abdul, hingga kari menjadi menu yang sering dihidangkan di meja makan istana.

Kedekatan Sang Ratu dengan pelayannya itu semakin bertambah dan terlihat sangat mencolok tatkala ratu mengajaknya ikut serta saat berkeliling Eropa, menempatkan Abdul di tempat khusus selama jamuan, dan seringkali memberinya hadiah. Bisik-bisik di kalangan para pelayan pun tak dapat dihindarkan. Para pelayan ratu yang lainnya yang berkulit putih mulai menaruh iri. Beberapa pelayan senior pun merasa sangat tersinggung. Menurut mereka adalah sebuah penghinaan besar disejajarkan oleh pembantu kulit hitam.

Ketidaksukaan pada Abdul ternyata bukan hanya datang dari para pelayan dan pembantu Ratu. Bahkan keluarga dekat dan anak-anak Ratu Victoria tak habis pikir bagaimana sang ibu bisa begitu dekat dan memberikan kasih sayang yang sangat besar pada seorang pelayan kulit hitam. Jika sebelumnya mereka tak menyukai John Brown yang pernah menjadi orang kepercayaan Ratu, maka kali ini bisa dibilang mereka sangat membenci Abdul.

Ratu Victoria sepertinya tak ambil pusing dengan semua itu. Ia menghadiahi Abdul sebidang tanah di India dan membantu ayah Abdul mendapatkan pensiunnya. Ia juga meminta Perdana Menteri Inggris saat itu, Lord Salisbury untuk memberikan Abdul gelar ksatria Inggris. Perdana menteri Inggris rupanya tak begitu senang dengan keputusan itu. Ia mencoba mengintervensi keputusan sang ratu. Jadilah Abdul mendapatkan gelar kehormatan Companion of the Order of The Indian Empire dan Commander of The Royal Victorian Order.

Tak cukup sampai di situ, Sang Ratu didapati membawa serta Abdul menginap di sebuah rumah terpencil di atas lahan Puri Balmoral, Glassalt Shiel yang terletak di Danau Muick, Skotlandia pada September 1889. Tempat itu adalah tempat peristirahatan ratu. Dahulu ia beberapa kali mendatangi tempat itu bersama John Brown.

Anak-anak Ratu Victoria berang luar biasa. Mereka menganggap ibu mereka sudah di luar batas. Mereka pun mendapati bahwa selama bertahun-tahun sang ratu seringkali menuliskan surat yang ditujukan kepada Abdul dengan menyebutkan kata “ibu yang mencintaimu”, “rekan dekatmu”, atau “dari sahabatmu” di bagian akhir surat. Bahkan ada tanda kecupan di beberapa surat yang sangat tidak lazim pada saat itu.

Hubungan yang sangat kontroversial antara Ratu Victoria dan Abdul ditanggapi dingin pihak kerajaan. Meskipun hubungan tersebut bukanlah hubungan percintaan, hanya persahabatan dan kasih sayang bak antara ibu dan anak, namun tetap saja anak-anak Ratu Victoria marah dan tak menerima perlakuan yang amat istimewa dan kasih sayang yang besar yang diberikan ibu mereka kepada seorang pelayan muslim berkulit gelap dari India.

Pada tanggal 22 Januari 1901, Ratu Victoria menghembuskan nafas terakhirnya. Hanya berselang beberapa jam setelah wafatnya sang ratu, putra sulung Victoria yang kemudian menjadi Raja Inggris, Edward VII memecat Abdul dan memulangkannya ke India. Anggota keluarga kerajaan membakar semua dokumen yang berhubungan dengan sang Munsyi. Bahkan Putri Beatrice, putri bungsu Victoria, menghapuskan dan membuang semua jurnal-jurnal sang ibu yang mengacu pada nama Abdul Karim.

Nama Sang Munsyi yang juga orang terdekat Ratu Victoria selama tahun-tahun terakhir hidupnya itu kemudian benar-benar dihapuskan dan menghilang seolah-olah sosok Abdul memang tidak pernah ada sebelumnya. Seorang penulis bernama Shrabani Basu kemudian menemukan potongan-potongan kisah persahabatan ini yang telah menghilang lebih dari 100 tahun. Awalnya ia menemukan sebuah petunjuk di kediaman musim panas Ratu Victoria. Ia kemudian menelusuri kebenaran kisah ini hingga ke India dan Pakistan.
Di India dan Pakistan, Basu berhasil mendapatkan potongan puzzle yang selama ini hilang. Ia menemukan buku harian dan catatan pribadi Abdul Karim yang mengisahkan kehidupannya di Inggris beserta beberapa foto yang masih disimpan keluarga Abdul di India dan Pakistan. Abdul memang dikabarkan sempat pindah ke Pakistan dan meninggal dunia pada tahun 1909.

Kini kisah persahabatan Ratu Victoria dan Abdul difilmkan dengan judul Victoria & Abdul yang September 2017 lalu tayang di bioskop. Aktris Judi Dench dipercaya memerankan tokoh Ratu Victoria, sedangkan Abdul diperankan oleh aktor India yang pernah bermain pula dalam film 3 Idiot, Ali Fazal

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Post

KEBERADAAN NAGAKEBERADAAN NAGA

Punggungnya terdiri dari barisan perisai yang rapat. Saking rapatnya, udara bahkan tak bisa melewatinya. Dengusannya mengeluarkan kilatan cahaya. Ia bagai sinar fajar. Lubang hidungnya mengeluarkan asap, seperti panci mendidih di